Halo sahabat UJAY, selamat siang dan selamat makan siang. Hari ini kita akan sedikit membahasa mengenai masalah hukuman di dalam sebuah pembelajaran.

Hukuman ?

Oke sobat UJAY, mungkin sedikit terdengar tidak mengasyikkan yah kalau di anggap hukuman ataupun sanksi. Nah, aktifitas yang kami lakukan kali ini adalah bentuk hukuman tapi dalam bentuk permainan yah…

Jadi gini nih, setiap pelajar yang masuk dalam grub belajar ini semuanya adalah para pemain. Sedangkan, instruktur bertugas sebagai hakim dari permainan ini dan penentu jenis permainan apa yang akan dilakukan.

Sistem permainan ini mudah, setiap pelajar akan diacak nomor urutnya kemudian pelajar yang nomornya sesuai dengan yang disebutkan akan mendapatkan giliran maju kedepan untuk mengerjakan soal yang telah dibuat oleh sang instruktur.

Kemudian, bagi pelajar yang tidak bisa menjawab di haruskan memanggil pemain lain untuk membantu mengerjakan soal. Selama pelajar yang dipanggil belum bisa menjawab soal tersebut makan pemanggilan akan dilakukan sampai jumlah yang maju kedepan paling banyak berjumlah 7 orang peserta.

Bagi siapa yang berhasil menjawab, jika dia adalah orang ketujuh, maka dia berhak mencoret para pemain lain yang gagal menjawab soal dengan benar.

Game ini dibuat dengan tujuan, membangun semangat dalam belajar. Dimana, setiap orang yang ingin mencoret pemain lain, maka diharuskan bisa menjawab soal yang telah diberikan. Dan bagi para pemain yang tidak ingin dicoret juga harus bisa menjawab soalnya.

Seru dan adil bukan?
Tentu seru, para peserta belajar malah ingin mendapatkan soal lagi agar ia bisa mencoret pemain yang telah ia targetkan. Dan inti dari permainan ini adalah menerapkan prinsip berlomba-lombalah dalam mengejar jawaban benar hingga kesalahan bukan lagi hal yang harus dibiasakan.

Oke sobat UJAY, inilah beberapa momen keseruan dari game yang bisa kami perlihatkan pada kalian. Salam hangat dari kami para Tim dan Peserta didik Lembaga Khursus dan Pelatihan Utama jaya!

See You next time…